bukan tentang siapa yang salah, siapa yang benar.
cuma kebetulan, lagi lebih sering "bawa perasaan",
kebawa perasaan terus sampe jadi sensitif gini. dikit-dikit nangis, dikit-dikit nangis.
sampe akhirnya bingung sendiri sama isi hati.
Sabtu, 03 Oktober 2015
Rabu, 25 Februari 2015
pelangi dan hujan
pelangi dan hujan
menggenapkan bulan februari 2015.
di bulan ini,
keduanya tak malu menampakkan keberadaannya.
setelah pelangi
dengan beribu warnanya ada di tanggal 13-14 februari, hujan nampaknya tak mau
kalah saing untuk muncul.
yaa.. empat hari setelah hari bahagia itu,
tepat setelah dua tahun kami merasakan kehilangan,
kini di tanggal 18 februari 2015, kembali kami harus mengikhlaskan nenek untuk menghadap Illahi Rabbi.
nenek yang tinggal satu-satunya, yang selalu menjadi alasan untuk berkumpul dengan yang lain, kini telah pergi.
kabar itu di dapat sebelum adzan subuh berkumandang, kurang lebih pukul 04.10. aahh, rasanya terlalu sulit menerima kenyataan itu, aku memang hanya seorang cucunya yang entah keberapa, namun rasa sayangku tak lantas lekang oleh jarak dan waktu.
tempat tinggalnya yang berada di daerah Gombong, Jawa Tengah, membuat kami tak bisa cepat untuk sampai kesana. satu-satunya cara yang tercepat ialah menggunakan kereta api. semua keluarga yang ada di Jakarta, pagi itu juga berangkat menggunakan kereta. perjalanan yang harusnya dapat menjadi penghibur lelah diantara rutinitas, namun kini berbeda. wajah-wajah mendung tak dapat menutupi muka anak-anaknya (termasuk ibu). perjalanan yang seharusnya tak lama, menjadi terasa sangat lama. kami diam, tak banyak yang dibicarakan, semua sibuk mengurai pedihnya masing-masing, termasuk aku.
kurang lebih pukul
15.00, kami tiba di rumah mudik (kami menyebutnya rumah mudik, karena rumah itu
yang menjadi alasan utama kami rela menempuh waktu puluhan jam untuk berlebaran
disana). bendera kuning, papan nama, tenda berwarna gelap, deretan orang-orang,
serta yang lainnya membuat kaki terasa begitu getir untuk melangkah lebih
dalam. isak tangis tak lagi bisa dibendung, melihatnya terbujur kaku. tak
adalagi yang bisa kami lakukan selain mengikhlaskannya dalam senyum tidur
panjangmu nek. senyuman terakhir yang kau berikan, membuat kami ikhlas untuk
melepasmu.
setelah semua dirasa cukup, prosesi pemakaman pun dimulai, ah kembali air mata tak henti-hentinya mengalir. namun kami sadar, yang kau butuhkan ialah doa, doa dari anak-anak soleh, dari hati-hati tulus.
setelah semua dirasa cukup, prosesi pemakaman pun dimulai, ah kembali air mata tak henti-hentinya mengalir. namun kami sadar, yang kau butuhkan ialah doa, doa dari anak-anak soleh, dari hati-hati tulus.
mbah, begitulah kami
memanggilnya. selamat jalan, semoga mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya. semoga kau tetap menjadi alasan kami untuk berkumpul, walau kin kau telah tiada.
untukmu, yang kami
cinta . . .
| lebaran terakhir bersamamu |
Selasa, 25 November 2014
dipenguhujung cerita PKM
ketika
jadi guru bukanlah cita-cita, angan, apalagi impian.
namun
takdirlah yang membawa diri ketempat ini.
tempat
yang akan membawa pada satu nama,
pada
satu amanah,
dan
pada satu dedikasi.
yaa..
ditempat inilah akhirnya pembelajaran tentang hidup di dapat.
ditempat
inilah kecintaan pada profesi guru mulai tertanam.
keinginan
untuk mengabdikan diri sebagai pendidik, mulai terangan.
Guru..
begitulah
tujuan pada saat ini.
berada
dalam seluk-beluk dunia pendidikan,
menyambut
para penyongsong masa depan,
mengemban
amanah sebagai pendidik.
Guru
. .
mendidik
memang bukan hal yang mudah,
laku
dan kata siswa terkadang membuat lelah,
namun,
hangat senyum dan sapaan riang siswa seketika membuat luluh semua peluh.
semua
yang baru terasakan setelah beberapa bulan ada di sekolah ini
SMK
41 Jakarta,
empat
bulan yang mampu menggenapkan warna sebagai calon guru.
dipenghujung
perjumpaan dengan kalian, rasa-rasa rindu mulai terbayangkan.
bulir-bulir
air mata menetes ketika membaca surat itu,
surat
perpisahan.
rasanya
baru kemarin mengeluhkan jarak yang cukup jauh
baru
kemarin mengeluhkan semua kelakuan kalian
baru
kemarin berusaha untuk mendekatkan diri dengan kalian.
dan
hari ini, akhirnya semua selesai.
tugas
sebagai calon guru telah selesai tertunaikan,
terimakasih
adik-adik ku yang luar biasa,
semoga
sukses menyertai langkah kita semua.
Selamat
hari guru,
untukmu
para bapak dan ibu guru.
dan
untuk kalian para calon guru
semoga amanah ini dapat diemban dengan baik.
semoga
mendidik bukan hanya sekedar untuk menggugurkan tanggung jawab, tetapi karena
rasa peduli dan kerinduan akan pendidikan di Indonesia yang lebih baik.
Jumat, 04 Juli 2014
kesepakatan
mari kita bersepakat, untuk tidak bersepakat. bahwa kisah kita bukan kisah sesaat. dan jalan panjang kita bukan sekedar main belaka. yang kita sepakati adalah jalan ini kita yang ciptakan, untuk akhirnya kita yang tentukan sampai batas mana kita akan terus berjalan menuju kesepastian. pada dunia tak bernama, kita ciptakan sebuah maya. pejalan kakinya kau yang bawa, sekedar pengingat kau bilang, kalau kita bermesra tak lupa jika jalan ini bukan hanya milik kita berdua. ada dua hati yang juga sedang berjuang dengan cintanya. dan kita bisa berbagi tentang makna cinta yang berbeda.
halte dan trotoar aku yang ciptakan. berikan pewarna indah sebagai tempat pelepas lelah yang menyejukkan. aku bilang : dalam jalan yang panjang ini, kita kadang perlu berhenti sejenak untuk mengusap peluh, atau mungkin mengeluhkan perjalanan cinta kita karena cinta adalah perjuangan yang menguras keringat. membakar emosi dan menguras pikiran dari masa lalu sampai masa yang entah kita cita-citakan. lalu perlu juga rasanya memperhatikan perjalanan orang lain. toh, kita bisa mengambil pelajaran dari mereka. bahwa cinta kita tak terus berlari kencang. cinta juga perlu pelepas dahaga, sekedar pengisi tenaga, untuk selanjutnya kita kembali berjalan menuju kepastian.
dan juga jalan panjang kita, diakhiri untuk menentukan, apakah kau dan aku memiliki rasa cinta yang sama.
dan juga jalan panjang kita, diakhiri untuk menentukan, apakah kau dan aku memiliki rasa cinta yang sama.
"kita sepakat"
-IM (ijonk muhammad)-
Jumat, 16 Mei 2014
10.33 di 324
TGIF
yaa, finally udah jumat lagi. tapi jumat ini rasanya beda. ahh, ambigu ketika bicara soal rasa.
hah, hari ini dimulai dengan rutiniyas yang sama, bangun pagi, mandi, shalat, sarapan, berangkat. tapi hari ini beban rasanya lebih berat, semangat nggak ada, badanpun rasanya berteriak minta diistirahatkan. rutinitas akhir semester yang menjemukan, padat, menghimpit, dan penuh sesak. tinggal gimana ngaturnya aja biar akhirnya ini badan sanggup menopang sampai liburan tiba.
ah tapi sayangnya manajemen waktupun masih buruk. aktifitas padat gak sebanding sama nafsu makan yang menurun. yaaa begitulah gambarannyaa.
hari ini, langkah ke kampuspun tak ada rasa. tak ada semangat, dan seolah hanya ingin menggugurkan tanggung jawab saja. sampai dikampus, jalan menuju gedung daksinapati terus ketemu weni, dan kata-kata yang diucapin pertama adalaaah "kenapa lu ti? lesu banget sih". dilanjut sama pertanyaan dari orang yang berbeda "nyit kenapa? ko diem aja sih", "elu kenapa duduk doang", dan pertanyaan-pertanyaan macem itu lainnya. yaa, ternyata kelesuan hari ini mudah ditebak sama orang-orang di sekeliling yaa.
satu kataa yang ada sekarang itu lelaaaaaaaaah.
walaupun mengeluh itu memang tak baik, tapi sedikit mencurahkan bukannya tak apa ya?
semoga esok lebih banyak membawa semangatnya.
-tulisan berantakan ini dibuat dipinggir jendela, pojok ruang 324, gd.daksinapati-
TGIF
yaa, finally udah jumat lagi. tapi jumat ini rasanya beda. ahh, ambigu ketika bicara soal rasa.
hah, hari ini dimulai dengan rutiniyas yang sama, bangun pagi, mandi, shalat, sarapan, berangkat. tapi hari ini beban rasanya lebih berat, semangat nggak ada, badanpun rasanya berteriak minta diistirahatkan. rutinitas akhir semester yang menjemukan, padat, menghimpit, dan penuh sesak. tinggal gimana ngaturnya aja biar akhirnya ini badan sanggup menopang sampai liburan tiba.
ah tapi sayangnya manajemen waktupun masih buruk. aktifitas padat gak sebanding sama nafsu makan yang menurun. yaaa begitulah gambarannyaa.
hari ini, langkah ke kampuspun tak ada rasa. tak ada semangat, dan seolah hanya ingin menggugurkan tanggung jawab saja. sampai dikampus, jalan menuju gedung daksinapati terus ketemu weni, dan kata-kata yang diucapin pertama adalaaah "kenapa lu ti? lesu banget sih". dilanjut sama pertanyaan dari orang yang berbeda "nyit kenapa? ko diem aja sih", "elu kenapa duduk doang", dan pertanyaan-pertanyaan macem itu lainnya. yaa, ternyata kelesuan hari ini mudah ditebak sama orang-orang di sekeliling yaa.
satu kataa yang ada sekarang itu lelaaaaaaaaah.
walaupun mengeluh itu memang tak baik, tapi sedikit mencurahkan bukannya tak apa ya?
semoga esok lebih banyak membawa semangatnya.
-tulisan berantakan ini dibuat dipinggir jendela, pojok ruang 324, gd.daksinapati-
Rabu, 14 Mei 2014
hari ini
hari ini, gatau ada apa sama hari ini. yaap! semuaa dihari ini rasanya pait.
nggaktau kenapa tapi bodohnya semua ketidak 'mood'-an hari ini dilimpahin jadi satu diaduk terus akhirnya luber kemana-mana.
dari mama yang nanya "kamu kenapa diem aja, ga semangat banget, cape ya ?"
borongan pertanyaan yang jawabannya cuma "gak apa-apa ma"
bbm yang entah sengaja atau tidak terabaikan.
dari yang nggak tau apa-apa terus kena imbasnya.
dari masalah kecil bisa sampe gede.
dari masalah akun path bisa sampe belibet,
yaaa, semua tersponsori sama ketidak mood-an dihari ini.
disebabkan karena :
proyek blog yang tak kunjung kelar, malah semakin carut marut
laporan yang entah sampe mana hasilnya,
konten materi yang rasanya masih belum pas,
makalah ka-el-eb yang nggak sengaja terlintas dan seketika makin membuyarkan semua fokus,
yaa, hari ini.
hari ini yang bikin jadi aneh sama ka rio.
tiba-tiba yang semua jadi nggak jelas.
bbm yang kata-katanya nggak jelas juntrungannya,
telfon yang akhirnya cuma bisa diem doang
hari ini,
ga ada yang dikerjain dirumah,
buka laptop, terus natapin si layar tanpa berbuat banyak,
dan seketika *netes*.
ah rasanya terlalu cengeng,
masa kalah sama mood,
masa ga bisa profesional.
yaaa. lagi-lagi hari ini.
nggaktau kenapa tapi bodohnya semua ketidak 'mood'-an hari ini dilimpahin jadi satu diaduk terus akhirnya luber kemana-mana.
dari mama yang nanya "kamu kenapa diem aja, ga semangat banget, cape ya ?"
borongan pertanyaan yang jawabannya cuma "gak apa-apa ma"
bbm yang entah sengaja atau tidak terabaikan.
dari yang nggak tau apa-apa terus kena imbasnya.
dari masalah kecil bisa sampe gede.
dari masalah akun path bisa sampe belibet,
yaaa, semua tersponsori sama ketidak mood-an dihari ini.
disebabkan karena :
proyek blog yang tak kunjung kelar, malah semakin carut marut
laporan yang entah sampe mana hasilnya,
konten materi yang rasanya masih belum pas,
makalah ka-el-eb yang nggak sengaja terlintas dan seketika makin membuyarkan semua fokus,
yaa, hari ini.
hari ini yang bikin jadi aneh sama ka rio.
tiba-tiba yang semua jadi nggak jelas.
bbm yang kata-katanya nggak jelas juntrungannya,
telfon yang akhirnya cuma bisa diem doang
hari ini,
ga ada yang dikerjain dirumah,
buka laptop, terus natapin si layar tanpa berbuat banyak,
dan seketika *netes*.
ah rasanya terlalu cengeng,
masa kalah sama mood,
masa ga bisa profesional.
yaaa. lagi-lagi hari ini.
Jumat, 09 Mei 2014
Tentang Pacaran
"segala macam hubungan antarmanusia itu mirip pasir dalam genggamanmu.
jika berada pada telapak tangan yang terbuka, pasir itu akan tetap pada tempatnya.
namun, jika kau kepalkan tanganmu erat-erat untuk mempertahankannya, pasir itu akan menyembur melalui sela-sela jemarimu.
mungkin ada yang tersisa dalam tanganmu, tapi kebanyakan akan jatuh.
pacaran adalah seperti itu.
kalau dia pertahankan dengan longgar dengan menghormati dan membebaskan orang lain, hubungan cinta itu akan tetap utuh.
tapi jika digenggam terlalu erat, terlalu memiliki, maka hubungan cinta itu akan terlepas dan hilang."
-Kaleel Jaminson-
Rabu, 07 Mei 2014
buatmu yang tak kusebut namanya
kemarin, lagi-lagi aku harus meliha duka dalam tawa.
yaaa, atas nama bahagia, tak kau hiraukan duka yang ada.
walau hanya sesaat, semoga tawa itu bisa menghibur laramu.
buatmu yang tak kusebut namanya,
dibalik celotehku yang tak berujung,
diantara ledekan yang hampir selalu ku lontarkan,
aku disini mengamatimu.
melihatmu,
dan ku tahu, betapa engkau menyimpan perih.
aku memang bukan pengamat yang baik,
aku yang terakadang tak peka dan terlihat cuek,
tapi sayangnya dukamu mampu kubaca.
aku tahu, saat itu kau butuh tempat untuk menghilangkan penatmu sejenak.
dan kau tumpahkan segala eskpresi yang tak terbaca.
saat itu, rasanya aku ingin mendekatimu dan berkata
"semua akan baik-baik saja"
tapi, tingkah lakumu seolah mengisyaratkan bahwa
"aku hanya ingin senang saat ini"
buat mu yang selalu tulus menjadi pelampiasan segala rasaku,
aku tak ingin memaksamu bercerita,
sampai nanti kau yang akan memintaku untuk mendengarkanmu.
buat mu yang dekat denganku,
percayalah semua masalah kan ada waktunya untuk usai.
kamu yang ceria,
mengertilah bahwa masalah yang mengajarkanmu untuk tetap kuat.
dan kamu teman terbaikku,
percayalah,
apapun yang sedang kamu hadapi ada aku dan yang lainnya disini.
dari sini seuntai doa terucap, semoga masalahmu mampu kau lewati.
semoga selimut kesabaran selalu ada dalam hatimu.
untukmu yang tidak kusebut namanya,
yaaa, atas nama bahagia, tak kau hiraukan duka yang ada.
walau hanya sesaat, semoga tawa itu bisa menghibur laramu.
buatmu yang tak kusebut namanya,
dibalik celotehku yang tak berujung,
diantara ledekan yang hampir selalu ku lontarkan,
aku disini mengamatimu.
melihatmu,
dan ku tahu, betapa engkau menyimpan perih.
aku memang bukan pengamat yang baik,
aku yang terakadang tak peka dan terlihat cuek,
tapi sayangnya dukamu mampu kubaca.
aku tahu, saat itu kau butuh tempat untuk menghilangkan penatmu sejenak.
dan kau tumpahkan segala eskpresi yang tak terbaca.
saat itu, rasanya aku ingin mendekatimu dan berkata
"semua akan baik-baik saja"
tapi, tingkah lakumu seolah mengisyaratkan bahwa
"aku hanya ingin senang saat ini"
buat mu yang selalu tulus menjadi pelampiasan segala rasaku,
aku tak ingin memaksamu bercerita,
sampai nanti kau yang akan memintaku untuk mendengarkanmu.
buat mu yang dekat denganku,
percayalah semua masalah kan ada waktunya untuk usai.
kamu yang ceria,
mengertilah bahwa masalah yang mengajarkanmu untuk tetap kuat.
dan kamu teman terbaikku,
percayalah,
apapun yang sedang kamu hadapi ada aku dan yang lainnya disini.
dari sini seuntai doa terucap, semoga masalahmu mampu kau lewati.
semoga selimut kesabaran selalu ada dalam hatimu.
untukmu yang tidak kusebut namanya,
Kamis, 01 Mei 2014
halo may!
0.19
halo may!
setelah april terlewatkan dari 19 menit yang lalu, rasanya kurang pas kalo belum bilang makasih. makasih karena nikmat dariNya yang tiada taraa.
beberapa moment bulan aprlil yang sempet terabadikan
*dan masih banyak lagi hal-hal indah yang nggak bisa di share disini*
entah kata apalagi yang harus diucapkan untuk menggambarkan semua rasa yang tak ternilai ini.
terimakasih ya Rabb atas segala nikmat dan berkah yang Kau berikan,
terimakasih atas kepercayaanMu memberikan sakit-dan-senangnya,
semoga esok dapat lebih baik,
dan may pun tak enggan membawakan berkahnya pada kami.
karena esok akan jauh lebih berat, maka biarkan sejenak beristirahat dari lelahnya hari ini,
selamat malaam ...
halo may!
setelah april terlewatkan dari 19 menit yang lalu, rasanya kurang pas kalo belum bilang makasih. makasih karena nikmat dariNya yang tiada taraa.
beberapa moment bulan aprlil yang sempet terabadikan
*dan masih banyak lagi hal-hal indah yang nggak bisa di share disini*
entah kata apalagi yang harus diucapkan untuk menggambarkan semua rasa yang tak ternilai ini.
terimakasih ya Rabb atas segala nikmat dan berkah yang Kau berikan,
terimakasih atas kepercayaanMu memberikan sakit-dan-senangnya,
semoga esok dapat lebih baik,
dan may pun tak enggan membawakan berkahnya pada kami.
karena esok akan jauh lebih berat, maka biarkan sejenak beristirahat dari lelahnya hari ini,
selamat malaam ...
Selasa, 25 Februari 2014
Selasa, 21 Januari 2014
Tidung dan Sejuta Pesonanya
Pulau Tidung 18-19 Januari 2013.
rencana station 2 bemj bk memang udah direncanakan hampir sebulan sebelum acara. namun namanya manusia yang hanya bisa berencana, kami tak banyak memikirkan kemungkinan terburuknya pada saat itu. maka jadilah kami tetapkan tanggal 18 dan 19 januari ini.
tapi ternyata pertengahan januari, cuaca di Indonesia lagi nggak baik. setiap hari hujan, banjir dimana-mana dan sempat membuat keraguan untuk tetap melanjutkan acara ini atau tidak.
dengan beberapa pertimbangan dan hasil voting bph akhirnya diputuskanlah bahwa kami tetap berangkat tanggal segitu.
mungkin gw satu-satunya orang yang masih setengah hati buat menyetujuinya, tapi sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi demokratisasi, maka sayapun menjetujuinya.
semalam sebelum keberangakatan kami, hujan turun dengan derasnya. dan itu membuat banjir dimana-mana. sampai pagi itu, gw yang udah siap buat berangkat harus sedikit berdebat sama mama. mama yang setengah hati ngizinin anaknya pergi, bahkan hampir melarang keras. namun gw yang cukup keras akhirnya bisa meyakinkan emak, walaupun gw tahu dia ga sepenuhnya ngasih izin. dan disinilah titik keberatan gw buat pergi. kalau aja gw bisa nangis, mungkin nangis pada saat itu, cuma ya berhubung waktu yang udah makin siang jadi gak sempet nangis. akhirnya dengan berat hati emak dan babe nganterin gw ke kampus, dan ditengah perjalanan kami pun sempat melewati banjir yang cukup tinggi, karena mobil kami sedan, jadi sepanjang jalan itu penuh ketegangan dan karena izin Allah, gw pun bisa sampai kampus.
pas pamit sama mereka (baca: emak, babe) rasanya berat banget, susah deh buat diungkapin.
walaupun begitu, akhirnya gw tetep mutusin buat pergi. sepanjang perjalanan bener-bener nggak tenang, dan jujur aja gw selalu berdoa kalau ada keajaiban yang ngbuat gw batal pergi. tapi mungkin karena gw yang dirasa terlalu egois makanya Allah nggak berkenan sama keinginan gw, akhirnya kami pun tiba di muara angke.
di sinilah perasaan makin nggak karuan, gimana nggak karuannya nunggu kapal, belum lagi ada ibu-ibu yang bilang "mau kepulau? berani banget", mama yang telfon-in terus, ah makin berkecamuk sebenernyaa. tapi ya mau diapain lagi, toh waktu kan terus jalan. setelah nunggu beberapa lama, akhirnya kamipun dipandu buat naik kapal. pas kita naik, kapal itu udah penuh orang, cuma setelah nggak lama kita naik, orang-orang yang ada di dalam kapal satu persatu mulai turun, belum lagi ada cerita kalau pemberangkatan sebelumnya ada kapal yang karam. ya Allah, rasanya udah nggak bisa diungkapin lagi. dan bener aja setelah kapal itu jalan, muka gw yang keliatan paling takut diantara temen-temen yang lain. gw yang saat itu emang bener-bener takut akhirnya nangis, mungkin cuma airen doang yang tahu gw nangis. hehe. selama perjalanan itu gw nggak berenti dzikir dan baca doa apa aja yang gw bisa. saking takutnya gw sama sekali nggak berani buat melek, jadilah sepanjang perjalanan gw cuma merem dan terus meganging tangannya airen, setiap ada goncangan sedikit gw megang tangannya airen kuat banget, sampe ima yang ada di sebelah gwpun tahu, airen yang begitu mengerti gw, setiap gw ngerasa ketakutan dia selalu balik megang gw. dan gitu terus sampe akhirnya gw pun tertiduuuuuuur. haha. gw tidur lumayan lama tuh, bangun karena ada telfon dan nggak lama sampai lah kita ditempat tujuan. nggak berenti-berentinya gw ngucap syukur pada saat itu.
ada sebersit rasa lega sebenernya, cuma ya gw tahu besok gw harus melalui hal ini lagi. tapi sejenak coba lupakan itu.
sampailah kita di pulau Tidung, tempat tujuan utama. dari dermaga itu ktita di pandu sama si mas nya buat ke homestay. sampai di homestay, kita langsung beres-beres, shalat, dan terus makan siang. abis itu kita langsung ke saung perawan dengan bersepeda ria. disana acara games-games sampai menjelang maghriblah. setelah dijemput sama si masnya, kita balik lagi ke homestay buat ngelanjutin acara. tapi setelah makan malam apa yang terjadi... listrik pun padam pemirsaah. dan lagi-lagi bikin gw takut, ah rasanya penakut banget. tapi ya mau nggak mau acara mesti tetep dilanjutin sampai sekitar pukul 23.00. gw dan keempat temen sekamar yang kece, haha (airen, nunu, ima, nci) memutuskan untuk langsung tidur. ditengah kondisi yang anginnya kenceng di luar, tapi kalau masuk homestay panas sekali, ditambah listrik yang padam, pendingin ruangan pun tak bisa digunakana, tapi kenapa kita tetep telat bangun sodara? hahaa..
acara minggu pagi pun dimulai, melanjutkan acara yang sempet terskip karena mati lampu. acara akhirnya dilanjtutin di jembatan cinta. lumayan lama lah disitu sampe si masnya tiba-tiba bilang, kapal udah siap berangkat jam 9. sedangkan waktu itu kondisinya jam 9 kurang 15. seketika kami pun bergegas langsung ke homestay dengan sepeda unyu kami. karena listrik masih padam, keadaan air udah nggak banyak, akhirnya kami tidak mandi, ahaha. setelah makan siang kita langsung ke dermaga, dan nggak lama langsung naik kapal. kondisi gw disini udah agak tenang dan nggak sekhawatir waktu berangkat. bahkan sebelum kapal jalan gw udah tetidur dengan pulasnya. haha. dan kebangun pas kapal udah mulai jalan sekitar jam 12.30. walaupun dalam keadaan merem, gw bisa ngerasain kalau lautnya lebih tenang dibandingin waktu berangkat, dan itu buat gw makin tenang. gw pun tertidur lagi, terus tiba-tiba gw ngerasa kalau banyak orang yang gerabak-gerubuk, banyak yang panik, dan seketika gw bangun, dan bener aja. kapalnya mati ditengah laut pemirsa. yaAllah, rasa takut gw luar biasa banget, gelombongan laut yang lumayan besar mengombang-ambingkan kapal itu. gw langsung meluk ima, gw nangis, gw takut, ah segala rasa udah bercampur disitu. entah apa yang difikirin saat itu, gw cuma bisa berdoa, gw pasrah, gatau lagi mesti ngapain, cuma nangis dan nggak berenti buat nyebut namaNya. gelombangnya makin terus bisa dirasain, entah apa yang ada dibenak temen-temen gw itu. gw yang nggak kuat buat melek karena pusing banget akhirnya cuma bisa meluk si ima doang. ima yang coba buat nenangin gw, dan dia yang nyuruh gw tiduran. sampai beberapa menit akhirnya gw denger suara mesin kapal bunyi lagi, alhamdulillah, lega banget rasanyaa dan gw bisa tidur lagi. dan bangun-bangun udah sampe angke. ucapan syukur yang nggak berhenti begitu liat banyak kapal yang udah menepi.
perjalanan yang luar biasa, Tidung yang menjanjikan sejuta keindahannya, harus dibayar dengan rasa takut yang mungkin sulit untuk diungkapkan. Tidung dengan pelajarannya yang membuat benar-benara sadar bahwa memang teman sejati ialah kematian. kapanpun waktunya, dimanapun tempatnya, nggak akan pernah tahu, tinggal bagaimana kita mempersiapkan itu. jika Allah sudah menghendaki, tak ada yang bisa mencegah, dan Allah-lah sebaik-baiknya penolong.
semoga kejadian ini bisa menjadi bahan renungan bagiku pribadi, agar senantiasa selalu ingat kepadNya.
Bekasi, 21 Januari 2013.
Selasa, 31 Desember 2013
new year 2013
taun
baru?
wuhuu,
identik dengan segala euforianya.
berhubung
taun ini ga ada agenda apapa, lebih baik dirumah aja, evaluasi diri, walaupun
evaluasi yang baik harusnya ga cuma dilakuin diakhir aja.
lagi
tidur-tiduran tiba-tiba inget taun baru 2013 kemaren. nggak kerasa taun itu
berlalu cepet banget. perasaan baru taun baru-an sama do'i (baca: doa ibu) kemaren, sekarang
udah mau ganti taun lagi. begitulah waktu yang perputarannya tanpa bisa dicegah.
pengen
flashback tentang taun baru kemaren.
jadi
begini, berhubung personil yang ikut taun baruan di 2012 itu cuma berlima ,
akhirnya di taun baru 2013 bisa lebih banyak yang ikut.
perjalananpun
dimulai *cekidot*
(pemain:
gw, weni, risma, dedew, lele, sumi, faris, rahman, yuda, imam)
waktu
itu pas barengan sama tugas instrumen, pas tanggal 31nya kelompok gw (sumi,
ani, gatau lagi lupa) itu janjian sama dosen pengampu mata kuliah tersebut. ke
kampuslah kami pagi menjelang siang. dan ternyataa beberapa jam kami nunggu
terus telfon si dosen tersebut dan katanya dia sudah dalam perjalanan pulang
*sudahlah* mau diapakan lagi.
urusan
dengan instrumen pun selesai, akhirnya gw dan beberapa org yang lain makan
gorengan dulu buat makan siang (baca: kf*) sambil nunggu manusia-manusia yang
belum dateng.
setelah
personil dirasa sudah lengkap akhirnya perjalanan kami pun dimulai dari shelter
tj pemuda rawamangun (kalo ga salah). lagi-lagi gw lupa bagian yang ini. jadi
begini, karena pasukan kita banyak dan tj itu cukup penuh sesak, akhirnya
rombonganpun terbagi dua. rombongan pertama itu ada gw dan ciwi-ciwi plus imam
dan rombongan kedua itu trio cowo, faris, rahman, yuda. akhirnya rombongan
pertama sampai duluan di tempat tujuan (baca: ancol). nah ketiga cowo itu lama
banget sampenya. akhirnya kita mutusin buat masuk duluan buat nyari tempat yg
dirasa cukup pas. sebelumnya udah nghubungin ketiganya tuh ya, dan mereka
mengiyakan.
akhirnya
gerombolan satu ini sampailah ditempat yg kami anggap kece (tempat ini tempat
yg sama persis waktu taun baru sebelumnya). udah dapet tempatnya kan ya,
terus telpon rahman buat kasih tau tempatnya dan dengan enaknya gw bilang
"man tempat yang waktu itu ya". diiyain oleh rahman. semenit,
duamenit, tigamenit, tigapuluh menit, sejam, tapi merekaa gak kunjung datang
pemirsah! ditelpon lagi-lagi-dan lagi. dan ternyata rahman lupa tempatnya
dimana (waktu taun lalu cuma ada gw, risma, rahman, imam, sama aris). okee,
akhirnya kamipun mencoba memberitahu tempat-tempat atau benda-benda yang bisa
jadi patokan, dari mulai tempat makan, sampe warna tiang gondolapun kami sebut,
tapi yang ditunggupun tak kunjung datang.
nah disini nih ada beberapa percakapan yang menurut gw lucu :
1.
"kita didanau yang ada naga-nagaan" - dan gw sama ciwi-ciwi itu pun
mikir, kita kan lagi dilaut emang ada danau?
2.
"ditempat lu mendung nggak?" - lagi lagi gw dibuat mikir, bukannya
kita masih berada di satu tempat?
3. "ditempat yang pasirnya putih" - emang disini pasirnya warnanya beda-beda.
percakapan
itu aja yang gw inget selebihnya gw lupaaaaaa.
makin
sore makin malem langit jakarta tak menunjukkan tanda persahabatannya, rintik demi
rintik ia tumpahkan airnya dan itu berarti hujan!
mungkin
bisa dibayangkan, ditempat terbuka yg manusianya banyak banget hujan deres,
sedang tempat berteduh sangat minim. ya begitulah keadaannya, mau berteduh
kayak gimana juga ujung-ujungnya basah kuyup!
tapi
ternyata karena hujan inilah yang akhirnya mempertemukan kami bersepuluh
lengkap tanpa kurang!
horeeeee!
akhirnya ketemuuu! sambil teriak-teriak kegirangan (gak gitu juga sih
keadaannya).
dengan
keadaan yang sudah nggak bisa dibilang kece, kami berfikir keras akan nasip
kami selama setaun kedepan (hahaha). pakaian yang kuyup, hujan yang nggak
reda-reda, cukup membuat kami berifikir keras. sampe akhirnyaaaa *tadaaaaaaaa*
kami punya ide briliaaan buat kerumah sumi! yaaa sumii, kenapa sumi? karena
rumahnya dia yang paling dekat dengan ancol. dengan pe-denya kami merencakan
kesana padahal belum izin sama manusianya (jadi sumi ini ga ikut ke ancol).
tanpa memikirkan kalo kita ditolak kerumahnya, akhirnya kita langsung telpon
dan bercrita tentang keadaan kita yang udah nggak kece ini. dan sumipun
mengizinkan kami untuk berteduh dengan menghabiskan malam itu bersamaaa. ahhhh
sumiii, thankyouuuuu beybiiiih :*.
begitulah
perjalanan panjang yang melelahkan ituu, sampai akhirnya kami sampai dirumah
sumi, mandi, ganti baju pake bajunya sumi, makan, dan menghabiskan malam
bersama dengan tiduuuurrr sampe pagi. hhaha. (nggak tahu dimana titik ketaun-baruannya)
sebenernya
dirumah sumi tuh masih banyak kejadian-kejadian lainnya, dari yang lucu, aneh, biasa aja, sampe menjijikan. hahaha. cumaaa sudahlah,
sayapun lelaaah. biarkan kenangannya kami yang simpan.
ahh,
ga berasa bangeeet sekarang udah mau ganti taun lagi.
semua
harap akhirnya terucap dipenghujung taun ini. semoga tetap menjadi lebih baik,
seperti harapan-harapan sebelumnya.
*sayangnya gw gapunya dokumentasinya satupun, walaupun begitu blog ini nyata ko bukan hoax*
Minggu, 22 Desember 2013
sekilas tentang mama
bertepatan hari ibu, gw mau sedikit ceritain tentang mama.
satu-satunya yang manggil mama dirumah itu ya gw. ntah gimana ceritanya gw bisa manggil mama, bukan manggil ibu kayak dua kakak gw lainnya. tapi apapun panggilannya ga mempengaruhi sayangnya kami ke mama.
mama itu lahir di sebuah desa yang namanya semondo, gombong, jawa tengah. begitulah kurang lebihnya tempat yang saat ini selalu jadi tempat mudik kami. mama itu sering gw bilang supermom. kenapa begitu? karena setelah gw pikir-pikir dia bisa melakukan kerjaan apa aja dirumah, bahkan sampe kerjaan yang biasanya dilakuin laki-laki itu dia bisa. begitulaah mamaa.. orang yang nggak pernah capek kalo buat urusan keluarga dan anak-anaknya. gimana nggak, dari tk sampe sd mama selalu nungguin gw di sekolah, sampe dia kenal semua tuh sama stakeholder di sekolah gw dulu. dan hebatnya dia yang lebih kenal sama temen-temen gw disekolah gw terdahulu dibanding sama anaknya yang lupaan ini. dan sampe sekarang gw udah kuliah dia cukup dikenal sama temen-temen terdekat gw.
omongan mama itu selalu nenangin hati, makanya gw sering cerita sama dia dari hal yang penting sampe yang nggak penting. mama nggak pernah nglarang gw buat nglakuin hal yang gw mau, dia selalu ngbebasin gw, tapi karena kebebasan itulah yang buat gw jadi takut kalo nglakuin sesuatu tanpa izinnya. karena gw percaya izin Allah itu izinnya orangtua dan itu terbukti banget dikehidupan gw.
masih gw inget nih, waktu gw mau tes general test buat masuk smp, gw awalnya takut buat masuk smp yang dipilihin sama mama (re: 252). gw kekeuh mau di smp kaka gw sebelumnya, alesannya karena buat masuk 252 butuh nilai yang lebih tinggi daripada smp kaka gw itu. tapi dengan kekuatan bulannya, mama berhasil ngyakinin gw buat masuk situ dan gw dengan males-malesannya ngerjain tuh soal tes. dan ajaibbnyaaaa, gw keterima di 252.
terus pas mau milih SMA, lagi-lagi Allah lebih berkenan dengan keinginan mama. dari sebelum gw UAN setiap ditanya gw mau masuk SMA mana, gw selalu bilang maunya di 71. selalu itu jawaban gw. tapi sayangnya mama kurang setuju akan keinginan gw itu, lokasi yang menurutnya jauh dan cukup sulit dijangkau ngbuat mama maunya gw di 103 aja. lagi-lagi gw kekeuh sama keinginan gw buat masuk 71. dan bener aja, pas pengumuman hasil UN gw agak lemes ngeliat nem gw yang nggak memenuhi buat masuk SMA yg gw pilih. dan anehnya lagi, lagi-lagi gw masuk di sekolah yang emak gw mau (re: 103).
dan sampai kuliahpun berlanjut begituuuu, gimana kekeuhnya gw buat kuliah di psikologi UI, tapi emak yang nggak setuju dengan keinginan gw itu. dia yang lebih pengen anaknya masuk UNJ biar jadi guru. dan dengan izinnya lagi lah yang ngbawa gw ada di bimbingan dan konseling UNJ saat ini.
maaa.. kekuatan supermu itulah yang ngbuat aku takut buat nglakuin sesuatu tanpa izinmu.
ah, satu blog ini pun rasanya ga cukup buat nyeritain semua tentang mama.
mama dengan senyum ikhlasnyanya yang khas yang selalu ngbangunin gw tiap pagi ditambah ciuman yang gapernah lupa ia daratin dikepala gw dan selalu gw bales dengan pelukan. rutinitas dari kecil yang terus kebawa sampe saat ini.
mamaa, rasanya nggak pernah rela kalau ada yang nyakitin dia. walau sayang gw ke mama ga seberapa dibanging sayangnya mama ke gw. tapi tetep ajaaaa, i love you maaaaaaaaaa :*
Selasa, 17 Desember 2013
random
ketika manusia punya batas maksimalnya,
andai aja bisa milih buat pergi, mungkin itu pilihannya.
tapi lagi-lagi bersandar pada skenarioNya tetap lebih baik.
kalau aja jika bisa jadi nyata.
kalau aja bukan kalau lagi yang ada.
hah,
betapa banyak yang udah ditumpuk,
tapi untungnya masih bisa tetep ada disini.
Rabb, ku ikhlaskan semua rasa yang ada.
pada akhirnya bukannya memang harus tetap begini ?
senyum dulu aja yuk :)
andai aja bisa milih buat pergi, mungkin itu pilihannya.
tapi lagi-lagi bersandar pada skenarioNya tetap lebih baik.
kalau aja jika bisa jadi nyata.
kalau aja bukan kalau lagi yang ada.
hah,
betapa banyak yang udah ditumpuk,
tapi untungnya masih bisa tetep ada disini.
Rabb, ku ikhlaskan semua rasa yang ada.
pada akhirnya bukannya memang harus tetap begini ?
senyum dulu aja yuk :)
Senin, 16 Desember 2013
mama
12 desember 2013
selamat ulangtaun ma.
52 tahun sudah usiamu kini.
mama, dipertambahan usiamu kali ini mungkin tak ada hal luar biasa yang bisa kami berikan padamu, tak ada yang bisa kami berikan untuk membalas semua pengorbanan dan kasih sayangmu yang begitu luar biasa. hanya seuntai doa yang akhirnya kami panjatkan kepadaNya.
mama, sosok super yang begitu amat berarti dihati anak-anaknya yang jauh dari kata sempurna ini.
ma, dihari jadimu ini, betapa akhirnya kami menyadari bahwa usiamu tak lagi seperti dulu, namun kecintaanmu pada kami tak sedikitpun berkurang.
ma, entah berapa luka yang telah kami goreskan, entah berapa airmata yang kami buat, dan entah berapa sakit yang sudah kami berikan, namun tak pernah sekalipun kau lupa menyebut nama kami dalam doamu.
rasanya malu ketika menyadari bahwa belum banyak yang bisa diberikan buat mama, terlalu sering nyusahin, bahkan masih sering berkata "ah".
mama, walau cinta kami tak sebesar cintamu, namun kami selalu berusaha untuk membahagiakanmu. walau seluruh hidup kamipun rasanya tak sanggup membalas semua cinta yang kau berikan.
doa tulusmu yang selalu kau panjatkan pada sujudmu ditengah malam,
tangisanmu yang selalu menyertai perjalanan suka dan duka kami,
dan senyummu yang tak pernah sedikitpun terhapus dari ingatan kami.
ma, betapa sesungguhnya kami mencintaimu.
Ya Rabb,
jagakanlah orangtua kami, lindungilah mereka, dan izinkan kami untuk hidup lebih lama bersamanya agar kami dapat membahagiakan mereka.
selamat ulangtaun ma, semoga engkau selalu dalam lindungaNya.
we love you ma . . . :*
Senin, 25 November 2013
dua pulah satu yang kedua
ditengah hiruk pikuk tugas yang makin gak karuan, akhirnya munculah sebuah cerita yang berhasil dibuat oleh seseorang.
ini penampakannya :
sebenernya orang ini udah pernah ada di deretan cerita-cerita di blog ini, cuma karena udah lama akhirnya ketimbun sama cerita yang lain. sebenernya agak bingung nih harus mulai cerita darimana, karena udah terlalu panjaaaaaaangggg banget. haha.
sekilas tentang orang yang ada di foto ini
nama : rio prasmoro
tanggal lahir : 17 oktober 1991
karena emang cuma sekilas jadi ya segitu aja.
dia yang biasa gw panggil dengan sebutan (ka rio) itu senior waktu di SMA, tapi gak tau gimana ceritanya akhirnya kita pun di pertemukan kembali pertengahan 2013 ini. beberapa bulan intens contact-contact an sampe november ini baru kita bisa ketemu lagi (jadi, ka rio ini kerja di daerah nun jauh disana, ehehe *piss. baliknya dua bulan sekali).
dan
di tanggal dua satu itu akhirnya jeng jeng jeng jeng .. akhirnyaaaa dia ngebuat cerita disini (nunjuk hati, hahaha).
jadi begini, dua hari sebelum tanggal dua satu itu dia mengutarakan apa yang ingin diutarakan (random). sebenernya sempet kaget (dikit) sih, cuma ya begitu deh. sempet bingung, walaupun gatau apa yang mesti dibingungin, tapi akhirnya setelah ngobrol sama emak, sama beberapa teman terbaik, akhirnya diperolehlah sebuah kesimpulan bahwasanya kami (saya dan dia) sepakat untuk mulai menjalani sebuah cerita untuk kedepannya. walaupun proses buat akhirnya ngomong "iya" itu susaaaah bangeeeet. tapi karena kesabaranmu kak buat nunggu gw ngomong doang, akhirnya kata "iya" pun terucap juga (pasti bete kan ka nunggunya :p). sebenernya gw juga gamau tuh lama-lama cuma buat ngomong tiga huruf itu, tapi apa daya susah deh beneran. yasudahlah, namanya juga prosess kan yaaaaaa... dan akhirnyaaaaa.. tanggal dua satu itu pun lahir di pukul dua satu lewat sekian menit waktu indonesia bagian barat.
cerita singkat ini sebenernya ga singkat, biar akhirnya kita yang simpen setiap detailnya :)
*kita punya impian, semua jalan yang ada masih terbuka lebar dan panjang. semoga kita bisa menjaganya sampai akhirnya nanti. biar Sang Maha Berkehendak yang membuat skenario indahnya buat kita.*
just an ordinary day
started out the same old way
then I looked into your eyes and knew
today would be a first for me
the day I fall in love
on the day I fall in love
sky will be a perfect blue
the day I fall in love
people all say love is wonderful
that the bells will ring
the birds will sing
the skies will open
i wonder where's that great big symphony
Roll over Beethoven
won't you play with me
-the day i fall in love-
dua puluh satu pertama
november,
dimulai dari hari Jumat yang mengantar pada pergantian umur ke 21. kepala 2 dengan embel-embel 1, dengan banyak harapan dan doa disini, semoga kelak semua keinginan terwujud. tak ada keinginan yang istimewa di hari itu, hanya berharap masih diberikan waktu untuk selalu berbakti kepada dua orangtua yang begitu luar biasa.
Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling, acara ini pun dimulai di hari ini. dimulai dari niatan-niatan yang ikhlas dari teman-teman panitia, akhirnya acara ini pun berjalan dengan apik. 3 hari 2 malem di tempat ini (megamendung), mengkader para calon pemimpin yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan kami.
banyak cerita disini, namun sayangnya sulit jika harus diurai. yang pasti kenangan itu tak kan terlupa, canda dan airmata nya akan tetap diingat.
sekilas tentang hari itu.
Langganan:
Komentar (Atom)






