Jumat, 04 Juli 2014

kesepakatan

mari kita bersepakat, untuk tidak bersepakat. bahwa kisah kita bukan kisah sesaat. dan jalan panjang kita bukan sekedar main belaka. yang kita sepakati adalah jalan ini kita yang ciptakan, untuk akhirnya kita yang tentukan sampai batas mana kita akan terus berjalan menuju kesepastian. pada dunia tak bernama, kita ciptakan sebuah maya. pejalan kakinya kau yang bawa, sekedar pengingat kau bilang, kalau kita bermesra tak lupa jika jalan ini bukan hanya milik kita berdua. ada dua hati yang juga sedang berjuang dengan cintanya. dan kita bisa berbagi tentang makna cinta yang berbeda.

halte dan trotoar aku yang ciptakan. berikan pewarna indah sebagai tempat pelepas lelah yang menyejukkan. aku bilang : dalam jalan yang panjang ini, kita kadang perlu berhenti sejenak untuk mengusap peluh, atau mungkin mengeluhkan perjalanan cinta kita karena cinta adalah perjuangan yang menguras keringat. membakar emosi dan menguras pikiran dari masa lalu sampai masa yang entah kita cita-citakan. lalu perlu juga rasanya memperhatikan perjalanan orang lain. toh, kita bisa mengambil pelajaran dari mereka. bahwa cinta kita tak terus berlari kencang. cinta juga perlu pelepas dahaga, sekedar pengisi tenaga, untuk selanjutnya kita kembali berjalan menuju kepastian.

dan juga jalan panjang kita, diakhiri untuk menentukan, apakah kau dan aku memiliki rasa cinta yang sama.

"kita sepakat" 

-IM (ijonk muhammad)-

Jumat, 16 Mei 2014

10.33 di 324

TGIF
yaa, finally udah jumat lagi. tapi jumat ini rasanya beda. ahh, ambigu ketika bicara soal rasa.
hah, hari ini dimulai dengan rutiniyas yang sama, bangun pagi, mandi, shalat, sarapan, berangkat. tapi hari ini beban rasanya lebih berat, semangat nggak ada, badanpun rasanya berteriak minta diistirahatkan. rutinitas akhir semester yang menjemukan, padat, menghimpit, dan penuh sesak. tinggal gimana ngaturnya aja biar akhirnya ini badan sanggup menopang sampai liburan tiba.

ah tapi sayangnya manajemen waktupun masih buruk. aktifitas padat gak sebanding sama nafsu makan yang menurun. yaaa begitulah gambarannyaa.

hari ini, langkah ke kampuspun tak ada rasa. tak ada semangat, dan seolah hanya ingin menggugurkan tanggung jawab saja. sampai dikampus, jalan menuju gedung daksinapati terus ketemu weni, dan kata-kata yang diucapin pertama adalaaah "kenapa lu ti? lesu banget sih". dilanjut sama pertanyaan dari orang yang berbeda "nyit kenapa? ko diem aja sih", "elu kenapa duduk doang", dan pertanyaan-pertanyaan macem itu lainnya. yaa, ternyata kelesuan hari ini mudah ditebak sama orang-orang di sekeliling yaa.

satu kataa yang ada sekarang itu lelaaaaaaaaah.
walaupun mengeluh itu memang tak baik, tapi sedikit mencurahkan bukannya tak apa ya?

semoga esok lebih banyak membawa semangatnya.


-tulisan berantakan ini dibuat dipinggir jendela, pojok ruang 324, gd.daksinapati-