Senin, 25 November 2013
dua puluh satu pertama
november,
dimulai dari hari Jumat yang mengantar pada pergantian umur ke 21. kepala 2 dengan embel-embel 1, dengan banyak harapan dan doa disini, semoga kelak semua keinginan terwujud. tak ada keinginan yang istimewa di hari itu, hanya berharap masih diberikan waktu untuk selalu berbakti kepada dua orangtua yang begitu luar biasa.
Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling, acara ini pun dimulai di hari ini. dimulai dari niatan-niatan yang ikhlas dari teman-teman panitia, akhirnya acara ini pun berjalan dengan apik. 3 hari 2 malem di tempat ini (megamendung), mengkader para calon pemimpin yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan kami.
banyak cerita disini, namun sayangnya sulit jika harus diurai. yang pasti kenangan itu tak kan terlupa, canda dan airmata nya akan tetap diingat.
sekilas tentang hari itu.
Senin, 02 September 2013
halo pagi
dear pagi,
harusnya pagi ini menyapa lembut dengan senyum-senyum ikhlasnya, namun nyatanya tidak. pagi ini lagi-lagi aku harus belajar dewasa dari segala kawat yang terus menusuk.
dear pagi,
lagi-lagi aku dapati segala kawat yang terus bergumpal. gumpalannya makin membesar, hingga nanti suatu saat akan membunuh hati-hati yang rapu, termasuk aku!
dear pagi,
nyatanya Allah begitu sayang padaku. karena pagi ini, ia telah memberiku sebuah masalah yang aku yakini hal itu akan membuatku menjadi besar dihadapan-Nya.
dear pagi,
kerapuhanku akhirnya hanya bisa ku pendam lewat titik airmata yang pagi ini terjatuh. terselip harapan pada bulirnya dan sedikit mengurangi sesakku. walau gumpalan itu tak kunjung mengecil,
dear pagi,
aku tetap mencintaimu, walau pagi ini, pagi ku tak sempurna.
-30 Agustus 2013-
harusnya pagi ini menyapa lembut dengan senyum-senyum ikhlasnya, namun nyatanya tidak. pagi ini lagi-lagi aku harus belajar dewasa dari segala kawat yang terus menusuk.
dear pagi,
lagi-lagi aku dapati segala kawat yang terus bergumpal. gumpalannya makin membesar, hingga nanti suatu saat akan membunuh hati-hati yang rapu, termasuk aku!
dear pagi,
nyatanya Allah begitu sayang padaku. karena pagi ini, ia telah memberiku sebuah masalah yang aku yakini hal itu akan membuatku menjadi besar dihadapan-Nya.
dear pagi,
kerapuhanku akhirnya hanya bisa ku pendam lewat titik airmata yang pagi ini terjatuh. terselip harapan pada bulirnya dan sedikit mengurangi sesakku. walau gumpalan itu tak kunjung mengecil,
dear pagi,
aku tetap mencintaimu, walau pagi ini, pagi ku tak sempurna.
-30 Agustus 2013-
Langganan:
Komentar (Atom)